Tampilkan postingan dengan label Chiangmai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chiangmai. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Mei 2014

Met Long Neck Karen Tribe, Chiang Rai


It's been a year since I traveled to northern Thai. 17 hours trapped in the train heading into Chiang Mai station without food and limited water is unforgettable experience in order to met the long neck karen tribe in Chiang Rai.


Just had limited time, I decided to join a city tour to Chiang Rai city and surrounding areas up to borders of Thailand, Laos and Burma. Well, As I thought, joined the tour was quite boring because I'm not the type of person who likes traveling with rush. Proven by several times the guide scolded me and my friends because we were too busy taking photos, so we were late returned to the bus and make everyone waited for us, huh!


Arrived in traditional village of Karen tribe made me so amazed looked at the little girl who wearing very heavy long necklace was weaving the typical Karen shawl. Ehm, I just can't imagine how could she live with that heavy long necklace on her little neck, even take a bath and sleep.





Yeaah! I had a chance to stop by borders of Thailand, Laos, and Burma even I've tried to cross Mekong river into Don Sao, Laos and only pay 30 baht for the visa.



Minggu, 12 Mei 2013

Simple but Sweet, Chiang Mai



Bye Lala, Bye Bangkok! Berpisah dari Lala bikin perjalanan sedikit berbeda. Kita bertiga seperti anak ayam yang kehilangan induknya (soalnya Lala yang paling bisa baca peta, sedangkan kita bertiga sama-sama buta arah) haha!

Duit semakin menipis sedangkan perjalanan masih panjang, mau nggak mau emang harus ngirit, jadinya makan malam cuma beli paket paling murah di KFC, hiks! Paling ngga terima pas liat cleaning service di stasiun Hua Lamphong yang kebanyakan cewek-cewek cantik kulit putih, badan ramping, dan yang paling penting wangi!

Selama 17 jam terkurung di kereta tanpa makanan dan cemilan bikin badan lemes ditambah suara ngorok bapak-bapak di sebelah Sifa yang annoying apalagi liat pemandangan hutan tandus sepanjang perjalanan di kereta yang ngga nyampe-nyampe di kota bikin kita ngerasa LOST!

Beruntungnya kita sampe juga di Chiang Mai, keberuntungan berlanjut setelah ketemu seorang sopir Tuk-tuk yang mau berbaik hati nelponin hotel yang mau kita tuju. Salah banget ngira Chiang Mai hutan tandus tak berpenghuni, ternyata kotanya manis banget kayak gulali. Bersih, rapi, ngga banyak polusi, dan yang paling penting penduduknya baik ngga suka tipu-tipu. Welcome to the sweet city, Chiang Mai!

Jujur, ngileer banget nemu resto ini di Chiang Mai Night Market, tapi apa daya ingat uang. Uang oh uaang!





Ini kaos loh, tapi packagingnya lucuu bangeet !
Nggak beda jauh sama Indonesia




Ini bukan buaian belakaa. Pelanginya asli tanpa editan.